Sejarah Budaya, dan Politik Reiza Dienaputra SUNDA Sejarah, Budaya, dan Politik Reiza D. Dienaputra Hak CiptaãReiza D. Dienaputra Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Sastra Unpad Press Jl. Raya Bandung-Sumedang KM.21, JATINANGOR 45363 JAWA BARAT Tlp/Faks: (022) 779 6482 Penyunting: Dani R. Hasanudin Desain Sampul: Andry Wuri Dian Acaradalam Bahasa Sunda - November 26, 2013 Read More» Contoh Biantara Bahasa Sunda tentang Kebersihan - Biograpi Oto Iskandar Dinata dalam Bahasa Sunda BIOGRAFI BAHASA SUNDA NAMA TOKOH: RA KARTINI Foto: @google images Nami : Raden Ajeng Kartini Lahir : Jepara, Jawa Tengah, tanggal 21 April 1879 Pupus : Tanggal 17 September 1904, haryanti sri (2012) penerapan bahan ajar dan luaran pada proses pembelajaran bahasa mandarin di sekolah menengah umum negeri. jurnal humaniora, 03 (02). issn 2087-1236 hatta, mohamad (2012) sistem informasi pendaftaran calon siswa smk ulil-albab cirebon berbasis web. jurnal teknologi informasi, 01 (02). issn 2089-1814 33.3 HAK DAN KEWAJIBAN TELAH DICANTUMKAN DALAM UUD 1945 PASAL 26, 27, 28, DAN 30 1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang. 2. SaudagarBandoeng, 1906—1930an 101 Vol. 14 No. 1 April 2018 Sejak peristiwa itu Bandung tidak memiliki pasar, sehingga para pedagang menyebar menjajakan dagangannya di sekitar alun-alun, Grootepost-Weg, Cibadak-weg, Pangeran Sumedang-weg (kini Jl. Otto Iskandar Dinata), Jl. ABC, Suniaraja, dan di sekitar stasiun kereta api.8 Setelah pasar lama Ciguriang itu habis terbakar, Sunda Otto Iskandar Dinata lahir di Bojongsoang, Dayeuhkolot, Band - Indonesia: Otto Iskandar Dinata lahir di Bojongsoang, Dayeuhkolot, Band Terjemahan dari Bahasa Sunda ke Indonesia GayaPenyutradaraan Nia Dinata (Studi Kasus: Ca Bau Kan, Arisan, dan Perempuan Punya Cerita) TESIS Pengkajian Seni Untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat magister dalam bidang Seni, Minat wawasanNusantara dalam gejolak teknologi dan konstitusi laut dan samudera Prof.Mr.St. Munadjat Danusaputro: Alumni, Bandung, 1983: 3.10: 1072: Bambu dalam budaya sunda Ensa Wiarna: Dinas pariwisata dan kebudayaan Propinsi Jawa Barat: 3.10: 1073: Panduan perkawinan adat dalihan natolu ( adat batak ) Parasdy Silalahi: Papas Sinar Sinanti Rancanganini diserahkan pada Otto Iskandar Dinata (anggota BPUPKI yang mengetuai Badan Pembantu Prajurit). Tapi melihat gerakan perlawanan (antara lain di Blitar dan Pengalengan) dan adanya tanda-tanda kerjasama PETA dan Mahasiswa, maka sesudah rapat Daidanco di Bandung tanggal 15 Agustus 1945, PETA dilucuti dibeberapa tempat termasuk Sejarahsingkat pahlawan otto isandar dinata - 15873345 Lihat jawaban Iklan Iklan daffahwang daffahwang Otto Iskandar di Natta merupakan Pahlawan Nasional yang lahir pada 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayah Otto Iskandar di Nata merupakan keturunan dari bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Otto adalah anak ketiga dari lIS6. Kembali lagi sebuah contoh dari biografi bahasa sunda, yang merupakan salah satu contoh biodata atau biografi pahlawan jawa barat dalam bahasa sunda, tentang oto iskandar dinata, yang merupakan salah satu tokoh sunda terkenal yang berasal dari jawa Tokoh Sunda Terkenal, Pahlawan Dari Jawa BaratOTO ISKANDAR DI NATAOTO ISKANDAR DI NATA mangrupakeun salasaurang pajoang indonesia anu teuneung ludeung nyanghareupan pamarentah Walanda. Pa OTO ISKANDAR lahir dina tanggal 31 Maret 1897, di Bojongsoang, Bandung, jawa meunang jujuluk Si Jalak Harupat” sabab kateuneungna dina ngabela bebeneran. Anjeunna geus bajoang dina pergerakan nasional ngaliwatan lembaga resmi pamarentahan Walanda nu disebut salasahiji pidatona dina sidang Volksraad, Pa oto tatag pisan nyarita "yen nagara Indonesia kudu merdeka, kudu leupas tina genggeman penjajah". Upama ayeuna urang sok ngagorowokkeun pekik “Merdeka!”, eta teh asalna ti Pa oto iskandar, basa pidato dina jaman penjajahan Jepang Pa Oto iskandar terus bajoang, di antarana milu ngadegkeun Barisan Pembela Tanah air, anu ilahar sok disebut google imagesDiadegkeunana PETA teh taya lian pikeun ngagedurkeun sumanget ka para pajuang sangkan terus bajoang ngahontal kamerdekaan. Sabada nagara urang merdeka Pa Oto milu nyusun Undang-Undang Dasar pamarentahan Soekarno-Hatta nyusun kabinet anu munggaran, Pa Oto diangkat jadi Menteri Negara. Hanjakal dina taun 1945 katompernakeun, basa nagara urang keur harengheng, Pa oto aya nu nyulik. Layonna kapanggih geus ngambang di basisir Mauk referensi juga 10+ Kumpulan Contoh Biografi Bahasa Sunda Pahlawan Dll 0% found this document useful 0 votes3K views2 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views2 pagesBiografi Otto Iskandar Dinata Versi Bahasa SundaJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Oleh Iip Yahya “Bagaimana cara pemindahan kekuasaan dapat dilakukan?” tanya Oto Iskandar di Nata kepada Soekarno. “Ini bukan pemindahan,” jawab Soekarno. “Tindakan itu akan bersifat penyerahan’.” Oto tetap menginginkan kata “pemindahan”, karena tidak mengandung paksaan. Akhirnya, kata “pemindahan” disepakati bersama. Sebelumnya kata tersebut diubah Soekarno dengan kata “penyerahan”. KUTIPAN dialog di atas menunjukkan adanya fakta kehadiran Oto Iskandar di Nata dalam rapat perumusan naskah proklamasi, Jumat, 17 Agustus 1945. BM Diah sebagai pelaku sejarah, merekam peristiwa penting itu dalam bukunya, “Angakatan Baru 45” 1983, h. 243-44. Selain Oto, tokoh asal Sunda lainnya yang memberi masukan adalah Iwa Kusumasumantri. Menyusul disepakatinya kata “pemindahan”, maka Iwa menyarankan kata “diselenggarakan” untuk menggantikan kata “diusahakan”. Coretan-coretan dalam naskah asli tulisan tangan Soekarno yang berhasil diselamatkan Diah, mengabadikan dinamika rapat pada dinihari itu. Dengan kesaksian BM Diah ini, kita diingatkan bahwa Oto terlibat dalam hampir semua peristiwa paling menentukan menjelang kemerdekaan RI. Selain ikut merumuskan naskah proklamasi, sebagaimana sudah popular, Oto ikut “menentukan” presiden dan wakil presiden RI yang pertama melalui sidang PPKI. Dengan keterlibatan yang sangat mendalam itu, menjadi aneh ketika di kemudian hari ada sejumlah pihak yang meyakini bahwa Oto berkhianat pada Repubik Indonesia. Ada yang menyebutnya sebagai mata-mata sekutu/NICA, ada juga yang menuduhnya menjual kota Bandung. Priyatna Abdurrasyid, seorang pelaku sejarah dalam peristiwa Bandung Lautan Api, dalam memoar yang dituturkannya kepada Ramadhan KH 2001 mengutarakan, “Mundurnya pasukan dari Bandung yang dikosongkan ternyata kemudian dikambinghitamkan kepada Oto Iskandar di Nata yang pada saat itu diculik oleh pasukan tak dikenal dan dibunuh di Mauk, Tangerang”. Menurut Priyatna, selain informasi yang simpang siur tentang ditangkapnya Oto, kabar itu disertai pula tuduhan bahwa Oto telah menjual Bandung kepada Sekutu. Sebagai prajurit muda, Priyatna tak bisa mengerti adanya fitnah itu. Ia hanya bisa merasakan bahwa tuduhan itu sebagai bagian dari permainan politik tingkat tinggi. Sampai hari ini masih ada yang meyakini bahwa Oto benar-benar berkhianat. Hal ini menunjukkan fitnah terhadap Oto itu terkesan “dipelihara”. Tuduhan itu, sekalipun tidak terbuka dan tertulis, seolah-olah kebenaran sejarah yang terus diwariskan dan tidak pernah ada klarifikasi dari pihak-pihak yang melakukannya. Padahal tuduhan itu tidak pernah bisa dibuktikan. Sementara Oto sebagai tertuduh, telah mengalami nasib yang menggenaskan dan keluarganya dalam waktu yang cukup lama harus menjalani hidup yang “sengsara”. Memoar dr. Djundjunan Setiakusumah 2002 bisa sedikit membantu dalam upaya menemukan pelaku fitnah atas Oto. Menurut Djundjunan, suatu hari di penghujung 1945, di rumah sakit Situsaeur tempatnya bertugas, ia menerima secarik kertas yang di dalamnya tertulis nama-nama orang Sunda yang akan diculik oleh suatu golongan pemuda. Nama-nama itu semuanya bekas pengurus Paguyuban Pasundan, yaitu Puradiredja, Oto Iskandar di Nata, Nitisomantri, Ukar Bratakausumah, Djundjunan, Oto Subrata, dan Adjat Sudradjat. Setelah menerima daftar itu, Djundjunan segera melapor kepada walikota dan residen, tetapi kurang mendapatkan tanggapan. Dan daftar itu ternyata benar adanya dengan munculnya serangkaian penculikan. “Oto Iskandar di Nata diuber-uber. Baru tertangkap di Master Cornelis dengan tipu muslihat,” papar Djundjunan. Siapakah golongan pemuda yang dimaksud Djundjunan? Bagaimana sebenarnya duduk perkara yang membuat Oto difitnah sebagai mata-mata Sekutu/NICA dan menjual kota Bandung satu miliun? Awalnya adalah pertemuan Oto dengan Kusna Poeradiredja di Jakarta, di rumah Ijos Wiriaatmadja. Kusna pada waktu itu meyakini bahwa NICA akan menang perang sehingga ia memilih berada di pihak NICA. Karena Kusna mantan tokoh JOP organ pemuda dalam paguyuban Pasundan, Oto meminta Ukar Bratakusumah, kawan seangkatannya, agar menemui Kusna untuk dapat dibujuk memihak republik. Akan tetapi kedua pemuda itu tidak berhasil menemukan titik temu, Kusna tetap di pihak NICA. Peristiwa tersebut dicatat dalam biografi Ukar yang terbit 1995. Nah, pertemuan dengan Kusna yang berseragam NICA itulah yang dijadikan dasar tuduhan mata-mata NICA kepada Oto dan Ukar. Sementara soal uang satu miliun, itu adalah pemberian seorang perwira Jepang bernama Ichiki Tatsuo. Biografi Mr. Soedjono yang disunting Soebagijo IN 1983 menjelaskan soal ini. Oto dan Ichiki akrab melalui dunia jurnalistik. Keduanya sama-sama menerbitkan majalah dwimingguan Pradjoerit, media untuk tentara PETA dan Heiho. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, di antara para perwira Jepang yang memiliki akses pada uang rampasan, ada yang memilih untuk memberikannya kepada tokoh-tokoh Indonesia yang mereka percayai, untuk digunakan sebagai bekal perjuangan. Uang itu berasal dari rampasan perang ketika Jepang mengalahkan Belanda pada 1942, maka uangnya berupa gulden Belanda. Di kemudian hari, Ichiki yang kecewa kepada negaranya yang dinilainya “meninggalkan” Indonesia dalam agresi militer Belanda, ikut berjuang memihak RI. Ichiki juga sangat menyesali nasib Oto yang dibunuh karena menerima uang darinya. Ichiki lalu memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Malang. Ia gugur pada pertempuran sengit dengan pasukan Belanda di lereng gunung Semeru Selatan pada 9 Januari 1949. Sebagai penghargaan atas jasanya, 15 Pebruari 1958, ketika berkunjung ke Jepang, Presiden Soekarno menyimpan prasasti perjuangan Ichiki di Kuil Budha Shei Shoji di Minatoku, Tokyo. Dengan demikian, tuduhan bahwa Oto menjadi mata-mata NICA dan menjual Bandung adalah tuduhan yang gegabah dan semena-mena. Dua fitnah yang jelas merugikan nama baik Oto dan keluarganya. Kalau sebuah hadits Nabi menyatakan “fitnah lebih kejam dari pembunuhan”, maka Oto mengalami kedua-duanya, pencemaran nama baik & pembunuhan yang sadis. Bahwa kebenaran itu akan muncul dengan caranya sendiri, dapat dirasakan dalam kasus Oto. Setelah puluhan tahun kematiannya, barulah fakta-fakta itu ditemukan dan dapat dirangkai untuk membuktikan bahwa pahlawan Sunda ini clear, bersih, tidak tercela sebagaimana difitnahkan kepadanya. Kalau memakai prinsip mafhum mukhalafah makna kesebalikan, dengan fakta yang ditemukan, bisa disimpulkan bahwa Oto adalah benar dan penuduhnya adalah salah. Jadi, para penuduhnya itulah yang sejatinya telah berkhianat kepada perjuangan RI dan kepada kepentingan Sunda. Merekalah yang telah mengambil keuntungan politik-ekonomi-sosial di atas kematian Oto dan cerai-berainya tokoh-tokoh Paguyuban Pasundan. Meminjam istilah yang terkenal sekarang, fitnah atas Oto itu “berdampak sistemik”, sebab telah memutus mata rantai sejarah Sunda dalam bingkai NKRI. Oto yang sangat berjasa dalam proses kemerdekaan RI, dicederai oleh tuduhan yang mengada-ada. Penulis adalah penyusun buku Oto Iskandar di Nata the Untold Stories.